Menyongsong Pembentukan Gugus Depan, Kegiatan Pramuka Mulai Digiatkan

Sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib yang tertuang dalam Kurikulum 2013, gerakan Pramuka merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa dalam rangka menanamkan nilai-nilai religius, cinta tanah air, kepekaan sosial, kepribadian kuat dan mandiri serta cinta lingkungan. Tak heran jika kegiatan Pramuka mulai digiatkan kembali di SMK Negeri 1 Tombariri setelah sekian waktu mengalami kevakuman lewat sejumlah materi yang diberikan Jumat, 22/11/2019 silam.

Aktifitas Lomba Bongkar Pasang Tenda dalam kegiatan Pramuka Jumat, 21/11/2019 silam

Digiatkannya kegiatan Pramuka ini, menurut Wakasek Urusan Kesiswaan SMKN 1 Tombariri, Yulius Suparman, S.Pd, sangat sinkron dengan penerapan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi para siswa dimana gerakan Pramuka materinya banyak bersentuhan dengan nilai-nilai yang termuat dalam PPK. “Kegiatan awal ini sejalan pula dengan rencana pembentukan Gugus Depan lewat permohonan pengusulan pembentukan Gugus Depan yang sudah dikirim ke Kwartir Cabang Minahasa pekan silam, jadi kegiatan ini merupakan langkah awal untuk merangsang minat siswa yang ingin bergabung dalam kegiatan Pramuka sekaligus sosialisasi bagi calon peserta ekstrakurikuler Pramuka”, tandas Pak Yulius Suparman.

Beliau berharap agar Surat Keputusan Pendirian Gugus Depan dari Kwartir Cabang Minahasa bisa secepatnya dikeluarkan sebagai legalitas pendirian dan kegiatan Kepramukaan bisa segera dijalankan. “Nah, sebagai langkah awalnya kita buat kegiatan-kegiatan sebagai implementasi dari materi seperti kegiatan bongkar pasang tenda yang sudah kita lombakan lalu,” ujar Pak Yulius.

Senada dengan itu, Waka Kurikulum, Junedy Emes, S.Pd, mengatakan bahwa kegiatan Pramuka adalah salah satu bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dimana siswa siswi didik untuk bisa mandiri, bergotong royong, kreatif, disiplin dan menumbuhkan watak kepemimpinan yang kuat. “Lewat latihan-latihan ataupun materi-materi dalam kegiatan Pramuka seperti ini diharapkan tentunya nilai-nilai karakter ini bisa tertanam dalam diri siswa dan nantinya menjadi modal ketika mereka beradaptasi dalam lingkungan keseharian mereka baik di rumah ataupun di masyarakat ataupun ketika mereka masuk dalam dunia kerja, dengan karakter yang sudah terbentuk sedari bangku sekolah tentu mereka tidak akan kesulitan,” pungkas Pak Junedy.

Para siswa serius menonton proses jalannya lomba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *